Jumat, 11 Oktober 2013

Mike Tyson Masuk Islam Di Amerika Serikat



Nama lengkap Mike Tyson adalah Michael Gerard Tyson alias Malik Abdul Aziz (lahir 30 Juni 1966, New York City, Amerika Serikat) adalah petinju profesional dan mantan juara kelas berat. Julukan Mike Tyson secara internasional adalah "Iron Mike", merujuk pada postur tubuhnya yang kuat bagaikan besi. Beberapa media massa yang lain lebih suka menyebutnya sebagai "The Baddest Man on Earth", yang merujuk pada perangainya yang buruk, baik di dalam maupun di luar ring tinju. Sedangkan pers Indonesia lebih senang menyebut Tyson sebagai "Si Leher Beton" merujuk pada lingkaran leher Tyson pada masa jayanya yang ekstra besar dari ukuran normal.

Selasa, 14 Mei 2013

Kisah seorang Yahudi yang mengislamkan jutaan orang

(Arrahmah.com) - Di suatu tempat di Perancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim, ia adalah orang tua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen dimana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama “Jad” berumur 7 tahun.

Jad si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat dimana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah, setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.

Minggu, 21 April 2013

Cara Masuk Islam



Baca Al-Qur'an dan fahami tafsirnya menurut bahasa yang anda mengerti. Kemudian bandingkan kebenarannya dengan agama selain Islam, terutama mengenai sifat-sifat ketuhanan Allah. Jika anda masih ragu jumpai para ulama islam yang shaleh dan taat beribadah dan dialog dengan mereka secara tuntas dengan hati yang tulus. Jika anda telah meyakini kebenaran agama Islam segera masuk Islam.
Masuk Islam cukup melalui seorang muslim yang Alim dan taat, lebih baik melalui ulama yang mengerti agama asal anda. Anda akan diajarkan teknis cara masuk Islam, yaitu: "aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah". Kemudian minta padanya agar di ajarkan Islam secara keseluruhan, memang memerlukan waktu. Namun bersabarlah karena anda sedang berjalan di jalan petunjuk.

Rabu, 17 April 2013

Setelah menentang Islam politikus Swiss masuk Islam

Politikus Swiss Daniel Streich, yang menjadi terkenal karena penentangannya terhadap pembangunan Mesjid di kampung halamannya, kini malah memeluk Islam, keyakinan yang dulu dicercanya.

Daniel Streich adalah salah seorang anggota partai Rakyat Swiss (Swiss People's Party (SVP)) di  Switzerland. Seorang politikus terkenal, karena sikapnya yang keras menentang pembangunan menara Mesjid di seluruh negara Swiss. Ia secara aktif menggalang sentimen anti-Muslim di seantero Swiss. Karena kampanyenya yang demikian kerasnya menentang Islam, ia menempati posisi rangking teratas di Swiss Army.

Seorang aktifis feminis radikal masuk Islam

Ini semua dimulai karena sebuah kesalahan komputer.
Dia adalah seorang gadis Southern Baptist, seorang feminis radikal, dan seorang jurnalis untuk media siaran. Dia seorang gadis dengan kemampuan yang tidak biasa, sangat menonjol di sekolah, menjadi unggulan di usianya, penerima beasiswa, menjalankan bisnis sendiri, bersaing dengan para profesional dan berhasil memperoleh penghargaan--semua itu berhasil ia capai saat masih menjadi mahasiswa. Kemudian pada suatu hari sebuah kesalahan komputer (computer error) terjadi, yang membuat dirinya menjalani sebuah misi sebagai seorang Kristen yang taat, untuk suatu tujuan. Akhirnya, ternyata, hasilnya justru sebaliknya. Sesuatu terjadi yang pada akhirnya mengubah seluruh hidupnya dan orang-orang di sekitarnya.

Ini terjadi pada tahun 1975 ketika pertama kalinya komputer digunakan untuk pra-regristasi sebuah kelas di perguruan tinggi. Dia mengambil program kesarjanaan di bidang Pariwisata. Ia melakukan pra-pendaftaran untuk kelasnya dan kemudian kembali ke Oklahoma City untuk mengurus bisnis. Tiba waktunya kembali ternyata kepergiannya tertunda dan ia balik ke kampus dua minggu setelah kelas dimulai. Ketinggalan pelajaran mungkin bukan masalah baginya, namun ia terkejut ketika mendapati bahwa kesalahan registrasi di komputer malah menempatkan dirinya di kelas Teater, kelas di mana para mahasiswa diminta untuk tampil di depan kelas di hadapan mahasiswa lainnya. Ia tidak bisa mengganti kelas itu karena terlalu terlambat untuk mengubahnya. Membatalkan atau gagal di kelas tersebut juga bukan sebuah pilihan baik mengingat dirinya adalah penerima beasiswa dan bahwa menerima predikat 'F' akan berbahaya. 

Pendeta Kristen Yusuf Estes Masuk Islam

Seorang Pendeta Kristen (A Christian Priest)

Perjumpaan pertama dengan Muslim
Terkejut dengan apa yang diyakini oleh Muslim
Diskusi kelompok soal Keyakinan
Pendeta Katolik Pindah ke Islam
Saya mengikuti Dia dan Menyerahkan diri saya kepada Tuhan
Istri dan Ayah saya ikut masuk Islam
Fenomena para Pendeta pada Pindah ke Islam
Nasihat dalam Melihat dan Mencari Kebenaran


Banyak orang bertanya pada saya bagaimana seorang pendeta atau seorang pengkhotbah untuk jemaat Kristiani bisa masuk Islam, apalagi mengingat banyak hal negatif kita dengar tentang Islam dan Muslim setiap hari. Ijinkan saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua orang atas ketertarikannya dan dengan penuh kerendahan hati akan saya ceritakan, semoga Tuhan meridhoinya.

Anak pendeta masuk Islam "Syamsul Arifin Nababan"

Menarik cerita teman yang ada di Solo yang mengatakan dia berteman dengan Syamsul Arifin Nababan (SAN), dari informasi yang saya dapat melalui telpon SAN adalah seorang Da’i bermarga Nababan ayah beliau  seorang pendeta dan Ibunda beliau seorang pemandu paduan suara di gereja.
Setelah saya googling ternyata SAN ini punya perjalanan hidup yang menarik sejak kecil-selama memeluk agama kristen sampai akhirnya berpindah menjadi muslim.
Dituturkan, beliau 7 bersaudara  dibesarkan dalam keluarga kristiani yang taat, “keluarga saya  keluarga yang demokratis”, kata SAN suatu saat.
Berbeda proses menjadi muallaf dengan tokoh-tokoh yang  lain seperti Ustadz Cahyono yang masuk Islam karena tersayat-sayat hatinya ketika mendengar suara azan magrib waktu beliau selesai main sepakbola atau WS.Rendra ’si burung merak’ yang tergetar hatinya ketika melihat rapinya orang yang lagi sholat khususnya waktu melihat jemaah tengah rukuk dan sujud, SAN bermula sering membaca…..

William Suhaib Webb: Mualaf yang Menjadi 500 Muslim Berpengaruh di Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, Pada usia 14 tahun, krisis keyakinan dalam diri Webb menjelma pada ketidakpercayaan pada agama yang dipeluknya, dan mulai terlibat kenakalan dan bergabung dengan sebuah geng lokal. Ia juga menjadi seorang DJ hip-hop dan produser lokal yang sukses, serta melakukan rekaman bersama sejumlah artis.

Namun demikian, dengan semua itu, Webb mengaku tak bahagia. "Aku sukses secara materiil, namun secara interal merasa kosong," katanya. Kekosongan itu membuatnya kerap merasa tertekan dan sedih. "Padahal hidupku dikelilingi uang, perempuan, klub, dan geng yang hebat. Semua berjalan dengan baik,' katanya.

Setelah masuk Islam, Webb meninggalkan karirnya di dunia musik yang telah menghidupinya itu. Ia mengikuti gairahnya menyelami dunia pendidikan. Setelah memperoleh gelar sarjananya di University of Central Oklahoma, ia berguru intensif mengenai ilmu-ilmu Islam dari seorang ulama terkenal berdarah Senegal.

George Wenur, Tersentuh Azan di Tepi Israel (I)

REPUBLIKA.CO.ID, Hawa dingin Perth, Australia mengantarkan Republika bertemu seorang general manajer hotel terkemuka di kota tersebut, Rabu (23/5). Dia adalah George Wenur yang kini menjadi nahkoda King's Hotel Perth. Sosok enerjik ini bukan pemain baru di dunia perhotelan. Bersama manajemen hotel Four Season, dia sudah melanglang buana mengelola bisnis yang satu ini.

Selidik punya selidik, penggemar motor gede Harley Davidson ini ternyata seorang mualaf. Sebenarnya dia terlahir sebagai seorang katolik. Namun demikian George menghabiskan masa kecilnya di lingkungan Islam. Di tumbuh di sekitar Masjid Al Falah, Surabaya. Sejak masa kecil itulah sebenarnya dia sudah mulai kontak dengan Islam.

Setamat dari SMA Santa Maria Surabaya, dia kemudian meneruskan kuliah perhotelan di Swiss. Setelah tiga tahun kuliah, George yang lahir 4 Oktober 1960 ini kemudian terjun ke dunia kerja. Setelah beberapa saat mencoba kerja di hotel, pada tahun 1986 dia ingin mencoba dunia baru dengan bekerja di kapal pesiar asal Italia. Dari sinilah kisah hidupnya berubah.

Irene Handono: Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim

'Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.'
Ketika menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono, menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai non-Muslim. ''Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat. Apa alasan Allah menjadikan saya sebagai mantan kafir,'' kata pemilik nama asli Han Hoo Lie ini.

Hingga 1991, pertanyaan itu belum juga terjawab. Jawaban akan kegelisihan hatinya baru muncul ketika menunaikan ibadah haji pada 1992. Wanita berdarah Cina ini berangkat haji bersama 400 orang jamaah reguler lainnya yang tergabung dalam kloter 18 dari Embarkasi Surabaya.

Dr M Yahya Waloni Menemukan Kebenaran dalam Islam

Sebagai pakar teologi, Pendeta Yahya Yopie Waloni sangat mengetahui teori-teori yang ada dalam agama Islam. Meskipun masih beragama Kristen, Yahya memandang teori apa pun yang ada di Islam sangat benar. Islam pun, mampu menceritakan peradaban dunia dari yang lalu sampai sekarang. Bahkan, agama Kristen diceritakan pula dalam Islam.

Namun, menurut pria kelahiran Manado tahun 1970 ini, yang paling membuatnya tunduk patuh hingga memutuskan untuk masuk Islam pada Oktober 2006 adalah Islam menunjuk satu individu yang sangat tepat untuk menyebarkan ajarannya. "Ada satu individu yang membuat saya tunduk dan patuh, dia buta huruf tapi bisa menyusun Alquran secara sistematis," ujar pria yang mengganti namanya menjadi M Yahya Waloni setelah memeluk agama Islam itu kepada Republika.

Wanita Ini Menangis Setelah Membuka Al Quran

Pengalaman sejati dari Pakar Journalisme, Raya Shokatfard, Muslimah asal Iran, tahun 1968, saat usia 19 tahun "Aku meninggalkan Iran, pindah ke AS. Aku tinggalkan pula Islam dan identitas sebagai Muslim,'

Seperti remaja AS pada umumnya: bersenang-senang dan diliputi kilau duniawi. Kemudian memulai ''impian Amerika''-nya dengan merintis bisnis membuka toko pakaian di Manhattan, Kalifornia Selatan, akhirnya sukses dan kaya raya saat beralih ke bisnis real estate. Mampu meraih gelar sarjana, master dibidang jurnalisme dan komunikasi publik dari Southern Oregon University (SOU). Ia punya mobil Rolls Royce dan tinggal di rumah megah di tepi pantai. Kebunnya amat luas dengan aneka ternak hidup di dalamnya. Berkeliling dunia. Dan kemewahan lainnya. Namun ada satu yang kurang, dia merasakan adanya kekosongan jiwa, "Saya mulai merasakan sesuatu yang hilang, terasa sangat kosong," kenangnya.
Beragam workshop dan kuliah, diikuti untuk bisa menjawab permasalahan jiwanya. Perjalanan pencarian Tuhan diawali dengan ketertarikan kedamaian dalam ajaran agama itu. Dia pun menjadi penganut Hindu. Merasa kurang puas, ia lalu mencari Tuhan pada agama Buddha. Ia pun menjadi umat Buddha. Tak lama, ia keluar dari agama Budha, merasa belum terjawab eksistensi ketuhanan. Bergabung dengan gerakan yang popular di Amerika yaitu New Age yang mengajarkan kebebasan diri tanpa Tuhan, "Anda adalah master dalam kehidupan Anda, Anda memiliki takdir sendiri, Anda adalah Tuhan dalam kehidupan Anda, dan banyak elemen lain yang saya pelajari di sana. Tapi, kemudian saya berpikir, saya tak mampu menjadi master dalam perjalanan hidup saya. Saya tidak dapat membayangkan ke mana hidup saya akan pergi. Saya pun tak nyaman di sana,"

Pencarian dilanjutkan pada agama Kristen, ia menjadi penganut Kristiani cukup lama hampir tujuh setengah tahun. Ia begitu tertarik dan terpesona dengan kebersamaan dan persaudaraan umat Kristiani yang kuat. Lalu,
jadilah ia penganut Kristen yang taat ke gereja, mempelajari Alkitab, bahkan mengajarkannya. Ia juga belajar teologi Kristen di sebuah universitas. Tapi, lagi-lagi
Raya merasa gelisah. Ia merasa belum menemukan Tuhan yang diinginkannya. Sebelum memantapkan diri mencari Tuhan di agama lain, ia sempat pamit pada pastur.

Puncak pencarian Tuhan diusia 62 tahun, di titik inilah ia mulai tertarik kembali pada Islam. Selama 15 tahun kehilangan Tuhan, kekosongan jiwa. Jatuh bangun mencari eksistensi Tuhan. Beragam agama sudah ia anut. Namun, siapa sangka, Islam-lah yang mampu menjawab semuanya.

Ia membaca Surah al-Fatihah saat pertama kali membuka Alquran setelah kemurtadannya, sembari menangis. Hanya dengan tujuh ayat dalam surah pembuka Kitabullah, al-Fatihah, dia sudah menyadari kesalahannya dan menyadari bahwa Allahlah satu-satunya Tuhan, tiada yang berhak disembah selain Allah.

Keyakinan dalam Islam, membuatnya sangat aktif dalam menyebarkan ajaran Islam. Ia menjadi asisten editor di SOU untuk situs islam yang berbasis di Los Angeles.

Ia pun menjadi koresponden asing, penulis, editor dan produser film dokumenter untuk web onislam.net. Ia juga pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi dan konsultan untuk situs Reading Islam. Melalui jurnalistik, Raya aktif menyuarakan perdamaian dan hak asasi perempuan.

Penyerang bersenjata pada Film Batman “The Dark Knight Rises” Masuk Islam di Penjara

Orang yang menembak sejumlah penonton di sebuah bioskop Aurora, Colorado, termasuk diantaranya  warga Indonesia,  saat pemutaran “The Dark Knight Rises” musim panas lalu dilaporkan telah memeluk Islam dan telah melakukan kewajiban sholat wajib lima kali sehari.
Sebuah sumber mengatakan  di penjara  James Holmes telah berjenggot bulan lalu , dikabarkan ia  telah temukan imannya. Sumber itu mengatakan Holmes telah menjadi Muslim .
Holmes sekarang sholat lima kali sehari, melakukan puasa dan menghabiskan setiap harinya mempelajari Alquran, kata sumber kepada Enquirer.
Banyak pihak yang menutupi kabar ini, dan memberikan stempel buruk akan Islam dan Islamnya Holmes. Dan menuduh bahwa bila memang Holmes telah berpindah ke Islam, maka karena keyakinannya itu maka ia  membunuh orang di bioskop sewaktu pemutaran perdana Film Batman “The dark Knight Rises” adalah jihadnya untuk membunuh kaum kafir.
Salah satu situs, salon, mempertanyakan,  “Apakah jika Holmes tiba-tiba pindah agama menjadi Pantekosta yang taat atau Hindu yang taat di penjara, akankah para  blogger akan menghubungkan agama yang baru dianutnya itu dengan penembakan/kejahatan  yang lalu dalam cara mereka memandang sekarang?” (Dz/WT/THG)

Yusha Evans : Misionaris yang Masuk Islam Setelah Menantang Khatib

Yusha Evans merupakan seorang misionaris muda yang lahir di South Carolina, Amerika Serikat. Dia dibesarkan oleh kakek (IndianAmerika) dan nenek (Irlandia) nya yang sangat konservatif dan selalu mengajarkannya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak membawa perempuan ke rumah. ‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya. Menginjak usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu yang benar-benar berbeda dengan apa yang dialaminya di sekolah Minggu.
Di sana mereka bermain bola, voli, basket. Di pelayanan Sabtu, Yusha juga menemukan banyak makanan, kue, dan permen. Di akhir pertemuan, pastor yang memimpin acara itu mulai memberikan pengajaran tentang agama. Ia sangat menyukainya, karena tempat itu seperti sekolah normal.

Rekor, Islam Agama Paling Cepat Berkembang di California

Islam kini tercatat sebagai agama yang paling cepat berkembang di negara bagian California, Amerika Serikat (AS). Pertumbuhan pesat itu terutama terjadi di San Diego, daerah kedua yang paling padat penduduknya di California. Demikian temuan sensus baru-baru ini.

Sensus yang diprakarsai Asosiasi Statistik dari Badan Keagamaan AS itu menunjukkan, jumlah umat Islam di San Diego County tumbuh sebesar 179 persen dari 7.878 pengikut menjadi 21.994 pada kurun waktu satu dekade antara 2000 sampai 2010. Pertumbuhan pesat itu menempatkan Islam menjadi agama terbesar ketujuh di wilayah tersebut.

Sensus itu juga mengungkapkan, secara nasional, Islam tumbuh sebesar satu juta pengikut antara 2000 hingga 2010. Dengan demikian, pertumbuhan Islam lebih cepat daripada Mormonisme, yang kini memiliki pengikut 1,9 juta orang. Islam tumbuh sebesar 67 persen melampaui Mormonisme yang tumbuh sebesar 46 persen.

Islam Paling Cepat Menyebar Dibanding Agama Lainnya

Data statistik Dar al Ber Society menunjukkan, Islam adalah agama yang paling cepat menyebar di dunia dibandingkan seluruh agama lainnya yang jumlahnya mencapai 4.200 agama. Di Dubai, tercatat 4.229 orang masuk Islam melalui lembaga itu selama tahun 2012.

Seperti dilaporkan Khaleej times, data tersebut juga merinci 2.322 orang yang memeluk Islam berasal dari 77 negara berbeda, 70 persen diantaranya adalah perempuan.

Direktur Jenderal Departemen Urusan Agama Dubai Hamad Al Shaibani menuturkan, Dar al Ber Society menyediakan berbagai fasilitas dan layanan yang dibutuhkan oleh mualaf, termasuk kajian pembinaan dan konsultasi.

"Kami memberikan banyak perhatian kepada para mualaf. Kami menyediakan sejumlah kajian ceramah, kegiatan keagamaan dan pelatihan bagi mereka dan anggota keluarga mereka," kata Shaibani.

"Para mualaf itu juga dilengkapi dengan semua jenis publikasi seperti CD, kaset, booklet tentang Islam dalam berbagai bahasa,” tambah Shaibani yang berharap hal itu membantu para mualaf menjawab semua pertanyaan mereka tentang keyakinan baru mereka. [IK/Rpb/bsb]

Jumlah Masjid di Tajikistan Terus Bertambah

Jumlah Masjid di Tajikistan Terus Bertambah - 31 fasilitas keagamaan baru, termasuk 11 masjid besar, telah terdaftar di Tajikistan. Demikian diungkapkan, Kepala Komite Urusan Agama Tajikistan (CRA), Abdurahim Khloqov, dalam sebuah konferensi pers di Dushanbe, Senin (11/7) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Kholiqov juga membantah laporan yang dirilis oleh beberapa media Tajikistan bahwa ada hambatan dalam proses pendaftaran di asosiasi keagamaan. Menurut dia, pemberitaan media itu tidak mendasar.

"Situasi yang berlangsung dalam asosiasi keagamaan jauh lebih menguntungkan di Tajikistan daripada negara Muslim lain," kata dia seperti dikutip dari Asia-Plus, Selasa (12/7).

Muslim Bordeaux Akhirnya Berhasil Beli Tanah Gereja untuk Bangun Masjid

Muslim Bordeaux, Perancis, akan memiliki masjid baru. Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi, akhirnya Muslim kota Bordeaux berhasil membeli sebidang tanah dari gereja untuk membangun sebuah masjid baru.

Sejumlah pengamat menilai kesepakatan itu sangat unik, terutama karena komunitas umat Islam di Bordeaux membeli tanah untuk pendirian masjid itu dari Gereja Katolik.

Asosiasi Budaya Islam di kota Bordeaux yang membeli tanah itu menyatakan kesepakatan tersebut telah menyebabkan kontroversi ketika beberapa anggota partai sayap kanan yang berkuasa dan anti-Islam di kota itu menentangnya. Namun demikian, yang memiliki hak untuk menjual adalah pihak gereja selaku pemilik tanah yang telah menyetujui menjual tanah itu pada pihak Asosiasi Budaya Islam yang dipimpin oleh Muhammad Boer.

Pihak Muslim dan gereja menyepakati haraga sekitar 240 ribu euro untuk tanah itu. Umat Islam Bordeaux mengumpulkan dan untuk membayarnya dari sumbangan internal umat Islam di kota itu yang sejauh ini terkumpul 60 ribu euro.

Walikota Bordeaux sendiri menegaskan bahwa dirinya mendukung pembelian tanah untuk pembangunan masjid itu. Walikota mendukung hal-hal seperti itu sebagai bagian dari "dialog antar agama." [IK/EM/bsb]

Muslim Terus Bertambah, Sisilia Akan Bangun Masjid Besar

Seiring peningkatan jumlah Muslim yang terus bertambah, pulau Sisilia, Italia Selatan, akan mendirikan masjid besar untuk membantu warga Muslim di sana menunaikan shalat berjama'ah.

"Sisilia sangat antusias tentang hosting Islam,"kata Walikota Vittorio Sgarbi, yang dikutip ANSA, Senin (30/ 1).

Menurut walikota, pembangunan masjid itu sangat penting bagi Sisilia sebagaimana pulau itu menyediakan gereja bagi komunitas Kristen yang mayoritas. Masjid besar itu, walikota menambahkan, akan dibangun di kota Salemi, daerah barat daya Sisilia.

10 Tahun Pasca Serangan WTC, Masjid di AS Bertambah 74 Persen

Peristiwa serangan atas World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 silam, yang mengkambinghitamkan Islam dan umatnya, ternyata tidak mampu menghambat pertambahan jumlah masjid di Amerika Serikat (AS). Penelitian terbaru menunjukkan, jumlah masjid di AS meningkat 74 persen dalam sepuluh tahun terakhir. Yaitu dari 1.206 masjid pada tahun 2000 menjadi 2.106 masjid pada tahun 2010.

"Kami menghitung ada 2.100 lebih sedikit masjid di Amerika. Dan itu merupakan pertambahan yang berarti sejak (tahun) 2000. Jumlah jamaah masjid juga bertambah," kata Ihsan Bagby, associate professor studi keislaman di Universitas Kentucky.

Bagby merupakan ketua tim penelitian terbaru bertajuk "The American Mosque 2011: Basic Characteristics of the American Mosque, Attitudes of Mosque Leaders" itu. Hasil penelitian tersebut dirilis AP, Rabu (01/03).

Penelitian itu juga menunjukkan, New York, tempat peristiwa 9/11 terjadi, memiliki jumlah masjid terbesar yaitu sebanyak 257 masjid. Selanjutnya California dengan 246 masjid, Texas 166 dan Florida 118 masjid.

Penghitungan jumlah seluruh masjid di AS itu dimulai sejak Juli 2010. Didapati ada 2.106 masjid setelah perhitungan selesai. Dari jumlah itu dipilih 727 masjid secara acak untuk dilakukan 524 wawancara terhadap imam masjid. Diantaranya untuk mengamati penerimaan warga AS terhadap Islam.

Menurut pendapat 25 persen imam masjid yang menjadi responden dalam penelitian itu masyarakat AS memiliki sikap menentang terhadap Islam. Angka itu menurun jika dibandingkan dengan tahun 2000 yang mencapai 54 persen. [IK/Hdy]