Minggu, 21 April 2013

Cara Masuk Islam



Baca Al-Qur'an dan fahami tafsirnya menurut bahasa yang anda mengerti. Kemudian bandingkan kebenarannya dengan agama selain Islam, terutama mengenai sifat-sifat ketuhanan Allah. Jika anda masih ragu jumpai para ulama islam yang shaleh dan taat beribadah dan dialog dengan mereka secara tuntas dengan hati yang tulus. Jika anda telah meyakini kebenaran agama Islam segera masuk Islam.
Masuk Islam cukup melalui seorang muslim yang Alim dan taat, lebih baik melalui ulama yang mengerti agama asal anda. Anda akan diajarkan teknis cara masuk Islam, yaitu: "aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad itu utusan Allah". Kemudian minta padanya agar di ajarkan Islam secara keseluruhan, memang memerlukan waktu. Namun bersabarlah karena anda sedang berjalan di jalan petunjuk.

Rabu, 17 April 2013

Setelah menentang Islam politikus Swiss masuk Islam

Politikus Swiss Daniel Streich, yang menjadi terkenal karena penentangannya terhadap pembangunan Mesjid di kampung halamannya, kini malah memeluk Islam, keyakinan yang dulu dicercanya.

Daniel Streich adalah salah seorang anggota partai Rakyat Swiss (Swiss People's Party (SVP)) di  Switzerland. Seorang politikus terkenal, karena sikapnya yang keras menentang pembangunan menara Mesjid di seluruh negara Swiss. Ia secara aktif menggalang sentimen anti-Muslim di seantero Swiss. Karena kampanyenya yang demikian kerasnya menentang Islam, ia menempati posisi rangking teratas di Swiss Army.

Seorang aktifis feminis radikal masuk Islam

Ini semua dimulai karena sebuah kesalahan komputer.
Dia adalah seorang gadis Southern Baptist, seorang feminis radikal, dan seorang jurnalis untuk media siaran. Dia seorang gadis dengan kemampuan yang tidak biasa, sangat menonjol di sekolah, menjadi unggulan di usianya, penerima beasiswa, menjalankan bisnis sendiri, bersaing dengan para profesional dan berhasil memperoleh penghargaan--semua itu berhasil ia capai saat masih menjadi mahasiswa. Kemudian pada suatu hari sebuah kesalahan komputer (computer error) terjadi, yang membuat dirinya menjalani sebuah misi sebagai seorang Kristen yang taat, untuk suatu tujuan. Akhirnya, ternyata, hasilnya justru sebaliknya. Sesuatu terjadi yang pada akhirnya mengubah seluruh hidupnya dan orang-orang di sekitarnya.

Ini terjadi pada tahun 1975 ketika pertama kalinya komputer digunakan untuk pra-regristasi sebuah kelas di perguruan tinggi. Dia mengambil program kesarjanaan di bidang Pariwisata. Ia melakukan pra-pendaftaran untuk kelasnya dan kemudian kembali ke Oklahoma City untuk mengurus bisnis. Tiba waktunya kembali ternyata kepergiannya tertunda dan ia balik ke kampus dua minggu setelah kelas dimulai. Ketinggalan pelajaran mungkin bukan masalah baginya, namun ia terkejut ketika mendapati bahwa kesalahan registrasi di komputer malah menempatkan dirinya di kelas Teater, kelas di mana para mahasiswa diminta untuk tampil di depan kelas di hadapan mahasiswa lainnya. Ia tidak bisa mengganti kelas itu karena terlalu terlambat untuk mengubahnya. Membatalkan atau gagal di kelas tersebut juga bukan sebuah pilihan baik mengingat dirinya adalah penerima beasiswa dan bahwa menerima predikat 'F' akan berbahaya. 

Pendeta Kristen Yusuf Estes Masuk Islam

Seorang Pendeta Kristen (A Christian Priest)

Perjumpaan pertama dengan Muslim
Terkejut dengan apa yang diyakini oleh Muslim
Diskusi kelompok soal Keyakinan
Pendeta Katolik Pindah ke Islam
Saya mengikuti Dia dan Menyerahkan diri saya kepada Tuhan
Istri dan Ayah saya ikut masuk Islam
Fenomena para Pendeta pada Pindah ke Islam
Nasihat dalam Melihat dan Mencari Kebenaran


Banyak orang bertanya pada saya bagaimana seorang pendeta atau seorang pengkhotbah untuk jemaat Kristiani bisa masuk Islam, apalagi mengingat banyak hal negatif kita dengar tentang Islam dan Muslim setiap hari. Ijinkan saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua orang atas ketertarikannya dan dengan penuh kerendahan hati akan saya ceritakan, semoga Tuhan meridhoinya.

Anak pendeta masuk Islam "Syamsul Arifin Nababan"

Menarik cerita teman yang ada di Solo yang mengatakan dia berteman dengan Syamsul Arifin Nababan (SAN), dari informasi yang saya dapat melalui telpon SAN adalah seorang Da’i bermarga Nababan ayah beliau  seorang pendeta dan Ibunda beliau seorang pemandu paduan suara di gereja.
Setelah saya googling ternyata SAN ini punya perjalanan hidup yang menarik sejak kecil-selama memeluk agama kristen sampai akhirnya berpindah menjadi muslim.
Dituturkan, beliau 7 bersaudara  dibesarkan dalam keluarga kristiani yang taat, “keluarga saya  keluarga yang demokratis”, kata SAN suatu saat.
Berbeda proses menjadi muallaf dengan tokoh-tokoh yang  lain seperti Ustadz Cahyono yang masuk Islam karena tersayat-sayat hatinya ketika mendengar suara azan magrib waktu beliau selesai main sepakbola atau WS.Rendra ’si burung merak’ yang tergetar hatinya ketika melihat rapinya orang yang lagi sholat khususnya waktu melihat jemaah tengah rukuk dan sujud, SAN bermula sering membaca…..