Rabu, 17 April 2013

Pendeta Kristen Yusuf Estes Masuk Islam

Seorang Pendeta Kristen (A Christian Priest)

Perjumpaan pertama dengan Muslim
Terkejut dengan apa yang diyakini oleh Muslim
Diskusi kelompok soal Keyakinan
Pendeta Katolik Pindah ke Islam
Saya mengikuti Dia dan Menyerahkan diri saya kepada Tuhan
Istri dan Ayah saya ikut masuk Islam
Fenomena para Pendeta pada Pindah ke Islam
Nasihat dalam Melihat dan Mencari Kebenaran


Banyak orang bertanya pada saya bagaimana seorang pendeta atau seorang pengkhotbah untuk jemaat Kristiani bisa masuk Islam, apalagi mengingat banyak hal negatif kita dengar tentang Islam dan Muslim setiap hari. Ijinkan saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua orang atas ketertarikannya dan dengan penuh kerendahan hati akan saya ceritakan, semoga Tuhan meridhoinya.

Anak pendeta masuk Islam "Syamsul Arifin Nababan"

Menarik cerita teman yang ada di Solo yang mengatakan dia berteman dengan Syamsul Arifin Nababan (SAN), dari informasi yang saya dapat melalui telpon SAN adalah seorang Da’i bermarga Nababan ayah beliau  seorang pendeta dan Ibunda beliau seorang pemandu paduan suara di gereja.
Setelah saya googling ternyata SAN ini punya perjalanan hidup yang menarik sejak kecil-selama memeluk agama kristen sampai akhirnya berpindah menjadi muslim.
Dituturkan, beliau 7 bersaudara  dibesarkan dalam keluarga kristiani yang taat, “keluarga saya  keluarga yang demokratis”, kata SAN suatu saat.
Berbeda proses menjadi muallaf dengan tokoh-tokoh yang  lain seperti Ustadz Cahyono yang masuk Islam karena tersayat-sayat hatinya ketika mendengar suara azan magrib waktu beliau selesai main sepakbola atau WS.Rendra ’si burung merak’ yang tergetar hatinya ketika melihat rapinya orang yang lagi sholat khususnya waktu melihat jemaah tengah rukuk dan sujud, SAN bermula sering membaca…..

William Suhaib Webb: Mualaf yang Menjadi 500 Muslim Berpengaruh di Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, Pada usia 14 tahun, krisis keyakinan dalam diri Webb menjelma pada ketidakpercayaan pada agama yang dipeluknya, dan mulai terlibat kenakalan dan bergabung dengan sebuah geng lokal. Ia juga menjadi seorang DJ hip-hop dan produser lokal yang sukses, serta melakukan rekaman bersama sejumlah artis.

Namun demikian, dengan semua itu, Webb mengaku tak bahagia. "Aku sukses secara materiil, namun secara interal merasa kosong," katanya. Kekosongan itu membuatnya kerap merasa tertekan dan sedih. "Padahal hidupku dikelilingi uang, perempuan, klub, dan geng yang hebat. Semua berjalan dengan baik,' katanya.

Setelah masuk Islam, Webb meninggalkan karirnya di dunia musik yang telah menghidupinya itu. Ia mengikuti gairahnya menyelami dunia pendidikan. Setelah memperoleh gelar sarjananya di University of Central Oklahoma, ia berguru intensif mengenai ilmu-ilmu Islam dari seorang ulama terkenal berdarah Senegal.

George Wenur, Tersentuh Azan di Tepi Israel (I)

REPUBLIKA.CO.ID, Hawa dingin Perth, Australia mengantarkan Republika bertemu seorang general manajer hotel terkemuka di kota tersebut, Rabu (23/5). Dia adalah George Wenur yang kini menjadi nahkoda King's Hotel Perth. Sosok enerjik ini bukan pemain baru di dunia perhotelan. Bersama manajemen hotel Four Season, dia sudah melanglang buana mengelola bisnis yang satu ini.

Selidik punya selidik, penggemar motor gede Harley Davidson ini ternyata seorang mualaf. Sebenarnya dia terlahir sebagai seorang katolik. Namun demikian George menghabiskan masa kecilnya di lingkungan Islam. Di tumbuh di sekitar Masjid Al Falah, Surabaya. Sejak masa kecil itulah sebenarnya dia sudah mulai kontak dengan Islam.

Setamat dari SMA Santa Maria Surabaya, dia kemudian meneruskan kuliah perhotelan di Swiss. Setelah tiga tahun kuliah, George yang lahir 4 Oktober 1960 ini kemudian terjun ke dunia kerja. Setelah beberapa saat mencoba kerja di hotel, pada tahun 1986 dia ingin mencoba dunia baru dengan bekerja di kapal pesiar asal Italia. Dari sinilah kisah hidupnya berubah.

Irene Handono: Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim

'Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.'
Ketika menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono, menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai non-Muslim. ''Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga Muslim yang taat. Apa alasan Allah menjadikan saya sebagai mantan kafir,'' kata pemilik nama asli Han Hoo Lie ini.

Hingga 1991, pertanyaan itu belum juga terjawab. Jawaban akan kegelisihan hatinya baru muncul ketika menunaikan ibadah haji pada 1992. Wanita berdarah Cina ini berangkat haji bersama 400 orang jamaah reguler lainnya yang tergabung dalam kloter 18 dari Embarkasi Surabaya.